Selasa, 29 Agustus 2023

Cobaan Anda Begitu Berat ? Bagaimana mengatasinya ? Simak Tipsnya Disini




Setiap manusia akan menemui cobaan dalam hidupnya, dari mulai yang ringan hingga yang berat yang akan memberikan dampak secara fisik, psikis dan sosial.

Tak mudah untuk tegar menghadapi cobaan yang berat. Hari-hari Anda bak mimpi buruk dan semua rasa sesal datang menyiksa batin, beberapa orang sampai mengalami gangguan mental karena tak sanggup menghadapi musibah yang dialaminya. 

Seseorang perlu mengambil  pilihan terbaik yang dalam menghadapi cobaan itu, kita juga tidak bisalari dari masalah, karena tak akan menyelesaikan persoalan. Pun begitu dengan menyerah atas nasib yang buruk yang sedang terjadi.

Untuk membantu Anda menghadapi cobaan yang berat dengan tegar, berikut ini 10 tips yang layak Anda coba.

1. Berdoa 



Dalam ajaran agama islam, doa adalah intisari dari ibadah. Dalam Alqur'an, Allah memerintahkan kita untuk berdoa kepada-Nya dan Dia pasti mengabulkannya. "Dan Tuhanmu berfirman, 'Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang sombong tidak mau menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina." (QS Al-Ghafir: 60) 

Dalam Kitab Al-Hikam karya Syeikh Ibnu 'Athoillah As-Sakandariy (wafat 1309) dijelaskan bagaimana hakikat doa dan pengabulannya. Tanda seorang mukmin sejati adalah yakin dengan apa yang ada di tangan Allah daripada apa yang dapat diusahakan tangannya sendiri. 

Ketika doa dipanjatkan seolah tidak mendapat pengabulan dari Allah Ta'ala, di situ terdapat ruang pengetahuan yang kosong yang harus dicari dan isi. Doa di sini bukan hanya terkait masalah duniawi. Tetapi juga termasuk hal spiritual. Misalkan, kita berdoa agar diterima taubatnya dan dibersihkan dari segala dosa.


Berdoalah kepada Allah / Tuhan YME dan mintalah pertolongannya agar Anda dikuatkan menghadapi musibah dan ujian hidup. Ingatlah pula bahwa Anda tak pernah sendiri. Selalu ada Tuhan yang akan menemani Anda. Di hadapannya, Anda bisa curhat, menangis, hingga minta pertolongan sebagaimana disebut di atas.Tak salah pula bila Anda memperbanyak frekuensi beribadah. 

Sebab ketika sedang menghadapi cobaan, mental Anda pasti sangat terguncang. Pasalnya, beribadah bisa menenangkan pikiran yang galau tersebut.

2. Curhat pada sahabat



Selain berdoa, meminta kepada Allah SWT/ Tuhan YME, anda juga bisa menumpahkan unek-unek pada orang lain, kepada  sahabat dan orang yang bisa dipercaya.

Meskipun hanya berupa ungkapan kata-kata, namun efek curhat cukup besar lho.mayoritas orang merasa sebagian bebannya terangkat setelah selesai bercerita, mereka menjadi lega dan bisa berpikir lebih baik.

Curhatlah pada mereka yang sikapnya sudah cukup dewasa dan bijak. Jangan curhat pada mereka yang masih kekanakan dan suka menghakimi. Salah memilih teman curhat justru bisa membuat pikiran anda semakin kalut.

3. Tidak Apa-apa Menangis



Menangis biasanya stereotip dengan kesedihan, stereotip dengan kelemahan, stereotip dengan ketidakjantanan, ketidakberanian, yang merupakan konotasi negatif.

Padahal di dalam Al Quran, menangis itu disebutkan cukup banyak, bahkan bila dibandingkan dengan mata sendiri, menangis itu lebih banyak disebutkan. Kata-katanya dituliskan dengan gamblang, menangis karena mengingat Allah, karena bahwa kita di dunia ini sedang diberikan ujian, ujian untuk bisa pulang ke kampung halaman kita dengan selamat.

Tekanan psikologis yang kuat , akan mendesak kelenjar air mata membengkak dan mendesak untuk mengeluarkan air mata, sehingga keluarlah air mata.

Dan tidak tahu air mata ini keluar untuk siapa?

Supaya air mata ini punya arah, kita tujukan agar air mata ini keluar sebagai sarana komunikasi untuk mendekatkan hati pada Allah pada malam hari saat Qiyamul lail .Kenapa harus malam hari? Karena air mata secara fisiologis keluar pada malam hari, kalau siang hari keluar air mata itu karena efek patologis, karena efek kita kurang tidur. Jadi ini sejalan dengan konsep kesehatan. Menangis adalah menyehatkan, merupakan ibadah yang dapat mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Ya menangislah. Tumpahkan semua kesedihan Anda lewat air mata itu. Tak perlu gengsi atau malu. Menangis adalah sebuah ekspresi perasaan yang wajar ketika seseorang mengalami kesedihan. Ingat, tegar bukan berarti sok kuat. Tegar bukan berarti memendam perasaan. 

Untuk tegar menghadapi cobaan, Anda justru harus bisa menerima musibah tersebut dan melaluinya dengan baik. Dan menangis adalah salah satu cara agar Anda bisa tetap “waras” menjalani musibah ini.

4. Pererat Hubungan dengan Teman dan Saudara



Hampir semua orang yang mengalami musibah pasti merasa kalut. Tak jarang Anda bertanya-tanya kenapa semua itu terjadi pada Anda.  Mereka yang tak kuat bahkan akan menyalahkan Tuhan atas nasib yang menimpanya.

Dalam situasi seperti ini, keberadaan orang dekat sangatlah penting. Kehadiran mereka akan menenangkan diri Anda. Mereka juga bisa membantu Anda agar menjauhi pikiran yang buruk. Jadi pereratlah hubungan dengan orang-orang dekat tersebut. Jangan malah meninggalkan mereka. 

Mungkin beberapa dari Anda ingin menyendiri. Namun, ingatlah untuk tetap menjaga kontak dengan sahabat dan saudara. 

5. Minta Bantuan kepada Ahli

Minta bantuan teman

Jangan malu meminta bantuan. Semua orang di dunia ini pasti memerlukan bantuan orang lain. Jadi sekiranya Anda membutuhkan bantuan, ungkapkan saja hal tersebut. 

Biarkan mereka yang mau membantu untuk membantu. Kelak, ketika Anda sudah bangkit, ingatlah jasa mereka semua.  Hadirlah saat mereka juga butuh bantuan.

Anda juga bisa mencari bantuan kepada ahli seperti psikolog, psikiater, konselor , penasehat spiritual dll apabila dirasakan ujian yang anda hadapi terlalu berat dan tidak bisa ditanggung sendiri.

6. Selalu Bersyukur



Salah satu cara untuk tegar menghadapi cobaan yang berat adalah dengan bersyukur. Ya, bersyukur! Kedengarannya mungkin aneh, namun cara ini akan mengingatkan Anda bahwa dunia Anda belum berakhir. 

Banyak kenikmatan yang telah Allah Subhanahu wa ta'ala berikan kepada kita. Maka dengan bersyukur pula maka Allah akan memberikan balasan bahkan menambahkan nikmat dari yang kita miliki.  Sebagaimana Allah ta’ala firmankan : وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ “Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhanmu memaklumkan; "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih." (Q.S Ibrahim :7). 

Nikmat Allah yang diberikan kepada kita tak pernah bisa terhitung jumlahnya dan tak pernah putus masanya. Nikmat yang diberikan Allah bukan hanya dalam bentuk materi seperti uang dan kekayaan yang melimpah. Nikmat hidup, memiliki tubuh yang sempurna, sehat fisik dan mental adalah nikmat yang tak bisa kita elak. Betapa indahnya, ayat Al-Quran pada surat Ar-Rahman yang artinya, “Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan?” Karena sesungguhnya, nikmat Allah benar-benar tak terhingga.

Ditengah-tengah ujian yang sedang anda hadapi, pastinya masih ada hal-hal yang anda bisa syukuri .Contohnya, Anda baru saja diceraikan suami yang kedapatan berselingkuh. Anda sempat kelimpungan mencari pekerjaan setelah menjadi single parent. Dan setelah berhasil mendapatkannya, Anda malah diminta WFH dengan gaji tak utuh. Yang Anda alami memang berat. Tak ada yang bisa menyangkal hal itu.  Namun, lihatlah buah hati anda. Setidaknya anda masih memiliki dia saat ini. Jadi, bersyukurlah atas keberadaannya sehingga anda masih diberi kekuatan.


7. Lakukan yang Terbaik



Lakukanlah yang terbaik yang bisa Anda lakukan saat ini. Memang tidak mudah melakukan itu, namun patut dicoba.

Contohnya, Anda baru saja diterima di sebuah PTN favorit. Namun sebelum membayar uang masuknya, tiba-tiba adik Anda sakit dan membutuhkan dana yang sangat besar. Dengan berat hati, orangtua Anda menggunakan simpanan untuk kuliah Anda demi sang adik. 

Di satu sisi, jelas Anda menyayangi adik dan ingin ia pulih. Namun di sisi lain, wajar bila Anda merasa sedih karena tak bisa kuliah. Situasi Anda teramat dilematis. Tapi yang terbaik yang bisa dilakukan adalah bertindak yang baik pula. 

Jadi, bersabarlah. Dukunglah adik Anda. Sementara itu, selama tidak kuliah, Anda bisa terus belajar untuk mendapatkan beasiswa.

8. Jangan Melamun



Melamun merupakan sebuah aktivitas membayangkan sesuatu yang kebanyakan sulit direalisasikan.  Aktivitas ini bisa menyebabkan depresi Anda semakin dalam.

Misalnya, Anda baru saja di-PHK oleh perusahaan akibat pandemi covid-19, padahal, Anda harus membiayai istri yang baru melahirkan dan anak pertama yang hendak masuk sekolah.

Cobaan yang Anda rasakan ini sangatlah berat. Anda tertekan secara finansial dan juga mental, jalan keluar terbaik yang bisa Anda lakukan adalah tetap berusaha. 

Anda bisa mencari pekerjaan serabutan apapun atau meminta bantuan ke orang-orang, sekali lagi, hindarilah melamun dalam situasi ini. Sebab lamunan orang yang tertekan biasanya hanya menambah penyesalan, bukannya membaik, Anda akan semakin stres.

9. Pikirkan Strategi ke Depan



Membuat strategi ke depan adalah salah satu cara efektif agar tegar menghadapi cobaan yang berat. Dengan berpikir tentang apa yang harus dilakukan ke depannya, Anda tidak akan larut lagi dengan kejadian yang sudah lalu.

Memang butuh waktu untuk sampai di tahap ini. Jadi janganlah terburu-buru sekiranya Anda masih perlu memulihkan mental, hanya saja, ketika waktunya sudah tepat, pikirkanlah apa yang akan dilakukan ke depannya.


10. Move On

Ada masa seseorang bisa terpuruk. Kegagalan berlipat-lipat menghantam seperti badai. Menyesakkan sekali, ada kalanya seseorang merasa sangat bersalah atas apa yang telah dilakukan. Bisa jadi, yang dia lakukan adalah hal yang tak pernah dia niatkan. 

Terpuruk dan rasa bersalah ini bisa jadi gelombang mematikan. Gelombang yang membuat seseorang bisa makin terjerumus pada kesusahan-kesusahan lainnya.

Untuk tak sampai makin susah, perlu cara atau penawar agar bisa bertahan dan bangkit. Hanya saja, memang cara yang dilakukan tidak tunggal. Ada banyak cara yang bisa dilakukan untuk bertahan dan bangkit.

Jika terpuruk atau merasa sangat bersalah, bisa sejenak menenangkan diri. Salah satu yang saya lakukan adalah sekadar naik motor untuk melihat dunia.

Melihat orang lain, melihat tanaman hijau, dan melihat apa saja. Hanya ingin memberi penekanan bahwa hidup itu tak sendirian.

Selain itu, keluar mencari udara yang segar,  menarik napas dalam-dalam  lalu melepaskan napas itu kembali, akan membuat perasaan anda menjadi lebih lega

Selain itu adalah mencari sisi positif dari keterpurukan atau rasa bersalah itu. Sisi positif adalah kejadian itu menyadarkan diri bahwa kita harus lebih baik lagi, jangan terlalu  menyesali musibah yang terjadi, apalagi sampai menyalahkan diri sendiri, cobaan merupakan sesuatu yang tidak diinginkan semua orang dan beberapa cobaan memang bisa dicegah, namun menyesalinya pun tak ada gunanya , akan lebih baik bila anda mengambil hikmah dari yang telah terjadi. 

Penutup

Cobaan datang silih berganti. Dalam takaran yang ringan, mudah saja kita move on menghadapi musibah yang menimpa. Namun ketika cobaan tersebut sangat memberatkan, jelas tak semua orang bisa menghadapinya dengan baik.

Meski demikian, dunia terus berputar. Kehidupan tak berhenti hanya karena Anda sedang dicobai. Tegar menghadapi cobaan berat menjadi skill yang mesti dimiliki. Sebab dalam hidup ini, mungkin bukan hanya sekali Anda akan merasakan hal itu. 

Oleh : Kriswisnumurti

Senin, 21 Agustus 2023

Tahapan Siklus Daur Hidup Arsip

 

Apa Itu Arsip ?

Setiap aktivitas yang dilakukan oleh sebuah organisasi senantiasa menciptakan arsip. Baik itu dalam bentuk kertas, audio visual (foto, video, film, dan sejenisnya), kartografi, elektronik, maupun digital. Lalu apa sebenarnya yang dimaksud dengan arsip ini ? Menurut Undang Undang Nomor 43 tahun 2009 tentang Kearsipan, arsip merupakan rekaman kegiatan yang dibuat dan diterima oleh lembaga.

Dimana arsip tersebut dibuat dalam berbagai bentuk dan media sesuai perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Sementara pengarsipan diartikan sebagai surat pekerjaan kantor yang dilakukan oleh setiap badan usaha, baik itu badan usaha dalam pemerintahan maupun usaha swasta.

Atau pengarsipan juga didefinisikan sebagai proses penciptaan, penerimaan, pengumpulan, pengendalian, pemeliharaan, serta perawatan arsip menurut sistem tertentu. Berdasarkan fungsinya, arsip sendiri dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu arsip dinamis dan arsip statis.


Klasifikasi Arsip

1. Arsip Dinamis

Arsip dinamis merupakan arsip yang digunakan secara langsung dalam penyelenggaraan administrasi negara. Yang mana arsip dinamis tersebut kembali dibagi ke dalam tiga kategori. Yaitu arsip dinamis tipe aktif, arsip dinamis tipe semi aktif, dan juga arsip dinamis tipe inaktif.

Arsip aktif adalah arsip yang digunakan untuk kelangsungan kerja, arsip semi aktif adalah arsip yang frekuensi penggunaannya sudah mulai menurun atau dalam masa transisi antara arsip aktif dan inaktif, lalu arsip inaktif adalah arsip yang jarang digunakan dalam proses pekerjaan harian.

2. Arsip Statis

Sementara itu, arsip statis merupakan arsip yang tidak dipergunakan secara langsung untuk penyelenggaraan sehari hari administrasi negara. Sehingga arsip dinamis dalam kategori inaktif pun terkadang disebut sebagai arsip semi statis. Untuk arsip statis sendiri dibedakan menjadi dua macam, yakni arsip otentik dan arsip tidak otentik.

Arsip otentik adalah arsip yang di atasnya memiliki tanda tangan asli sebagai tanda keabsahan isi dari arsip yang bersangkutan. Sedangkan arsip tidak otentik adalah arsip yang di atasnya tidak memiliki tanda tangan asli dengan tinta. Adapun fungsi dari berbagai jenis arsip ini antara lain sebagai pusat informasi dan sumber ingatan bagi organisasi.



Siklus Hidup Arsip

1. Tahap Penciptaan dan Penerimaan

Life cycle of records atau siklus hidup arsip dimulai dari tahap penciptaan dan penerimaan. Biasanya sebuah dokumen atau arsip akan dibuat berdasarkan suatu peristiwa yang terjadi. Perekaman terhadap peristiwa yang terjadi tersebut dilakukan ke dalam sebuah dokumen. Bisa dalam bentuk surat, laporan, formulir, gambar, atau apapun yang memiliki nilai informasi tertentu.

2. Tahap Distribusi

Setelah arsip diciptakan, maka arsip ini akan melalui tahap distribusi. Dimana arsip akan disebar dari pembuat ke pengguna. Adapun pendistribusiannya dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti pos, pengiriman email, dan lain sebagainya. Sehingga kemudian informasi di dalam arsip dapat sampai ke tangan divisi lain yang membutuhkan informasi tersebut.

3. Tahap Penggunaan

Ketika divisi divisi lain sudah menerima arsip, maka user yang menerima pendistribusian ini dapat mengaksesnya dan menggunakannya untuk keperluan tertentu. Misalnya menjadikan informasi yang diterima sebagai bahan pertimbangan dari suatu keputusan, sebagai alat bukti sah atau konfirmasi persetujuan atas permasalahan tertentu, dan lain lain.

4. Tahap Pemeliharaan

Tahap siklus hidup arsip berikutnya yaitu pemeliharaan. Arsip perlu dipelihara dengan baik supaya informasi di dalamnya dapat digunakan kembali apabila masih diperlukan. Dan ada banyak upaya yang dapat dilakukan pada tahap ini. Tidak hanya terbatas pada pemeliharaannya saja, tapi juga perlindungan dan pembatasan hak akses terhadap arsip.

5. Tahap Pemusnahan

Tahap pemusnahan merupakan tahap terakhir dari siklus hidup sebuah arsip. Jika informasi yang ada di dalam sebuah arsip sudah tidak memiliki masa berlaku, maka arsip tersebut akan mengalami tahap ini. Jadi masa hidup setiap arsip yang ada tidak selalu sama, tapi dipengaruhi oleh batas waktu nilai informasi yang ada di dalamnya.

Arsip : Pengertian, Fungsi, Jenis dan Kegunaanya



Arsip sering dibutuhkan dan dipakai dalam bidang manajemen serta administrasi. Arsip sangatlah penting karena mencakup dokumen atau catatan sejarah. Untuk arsip atau catatan sejarah penting yang menyangkut kehidupan masyarakat luas, biasanya disimpan di Dinas Perpustakaan  Daerah dan Lembaga Kearsipan Nasional  (ANRI) . Namun, tidak dipungkiri jika setiap perusahaan atau organisasi juga memiliki serta menyimpan arsipnya. 

Apa itu arsip? Pengertian arsip Berdasarkan Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan, arsip adalah rekaman kegiatan atau peristiwa dalam berbagai bentuk serta media, yang dibuat dan diterima oleh lembaga negara, pemerintah daerah, lembaga pendidikan, perusahaan, organisasi politik, organisasi masyarakat maupun perseorangan, dalam rangka melaksanakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. 

Mengutip dari buku Manajemen Kearsipan (2005) karya Zulkifli Amsyah, dalam bidang manajemen atau administrasi, arsip dapat didefinisikan sebagai bukti atau rekaman aktivitas dan transaksi, mulai dari pembayaran hingga langkah pengambilan keputusan.



Fungsi arsip dibedakan menjadi dua, yaitu fungsi substantif dan fungsi fasilitatif. Fungsi substantif Merupakan arsip yang berisi kegiatan serta fungsi unik dari tiap organisasi yang mana disesuaikan dengan misi dan tugasnya. Contohnya arsip di perguruan tinggi yang memiliki fungsi substantif dapat berbentuk surat pendidikan kemahasiswaan, penelitian dan pengabdian masyarakat, dan lain sebagainya. Fungsi fasilitatif Merupakan arsip yang berisi kegiatan yang umumnya hampir selalu ada dalam tiap organisasi. Contohnya arsip di perguruan tinggi yang memiliki fungsi fasilitatif dapat berbentuk data keuangan, kepegawaian, perlengkapan dan peralatan, sarana dan prasarana, dan lain-lain. 

Jenis arsip Menurut Sattar dalam buku Manajemen Kearsipan (2019), arsip dapat digolongkan menjadi beberapa jenis, yakni: Jenis arsip berdasarkan subyek atau isinya Berdasarkan subyek atau isinya, arsip dibedakan menjadi: 

1.  Arsip keuangan Arsip yang berkaitan dengan bidang keuangan. Contohnya laporan keuangan, surat penagihan, surat permintaan pembayaran, daftar gaji, dan lain sebagainya. 

2. Arsip kepegawaian Arsip ini berkaitan dengan masalah kepegawaian atau sumber daya manusia. Contohnya surat lamaran, daftar riwayat hidup pegawai, absensi pegawai, kartu pegawai, dan lainnya. 

3. Arsip pemasaran Arsip ini berhubungan dengan masalah pemasaran suatu organisasi. Contohnya surat pesanan, surat penawaran, daftar harga barang, daftar daerah pemasaran, dan lain-lain. 

4. Arsip pendidikan Arsip yang berkaitan dengan bidang pendidikan. Contohnya program pengajaran, rekapitulasi pelaksanaan proses belajar mengajar, daftar absen siswa, daftar absen guru, dan lain sebagainya. 

Jenis arsip berdasarkan bentuk atau wujudnya Menurut bentuk atau wujudnya, arsip dikelompokkan menjadi:

1.  Asip berbentuk lembaran Arsip ini berbentuk lembaran kertas, yang biasanya sudah diurutkan sesuai dengan periodisasi waktu. Contohnya surat, faktur, kuitansi, skripsi dan lain sebagainya. 

2. Arsip tidak berbentuk lembaran Arsip ini tidak berbentuk lembaran kertas. Bentuk arsip ini bisa dijadikan cadangan dari arsip berbentuk lembaran. Contohnya disket, pita film, flash disk, cd, dan lain-lain. 

Jenis arsip berdasarkan fungsinya Berdasarjan fungsinya, bentuk arsip yaitu:  

1. Arsip dinamis Arsip dinamis adalah arsip yang digunakan secara langsung dalam kegiatan pencipta arsip dan disimpan selama jangka waktu tertentu. Merupakan jenis arsip yang masih sering digunakan dalam kegiatan organisasi sehar-hari. Arsip ini ada yang bersifat aktif (sering digunakan), semi aktif (tingkat pengunaannya mulai menurun), inaktif (sudah jarang digunakan). 

2. Arsip statis Merupakan jenis arsip yang sudah tidak digunakan secara langsung dalam kegiatan organisasi. Atau kata lainnya, arsip ini hanya digunakan jika diperlukan. 

 Jenis arsip berdasarkan tingkat penyimpanan serta pemeliharaannya Arsip berdasarkan tingkat penyimpanannya serta pemeliharannya terbagi dalam:  

1. Arsip Nasional di Ibu Kota Republik Indonesia Merupakan jenis arsip yang hanya disimpan di Ibu Kota Republik Indonesia. Lebih spesifiknya, arsip tersebut hanya disimpan di Lembaga Kearsipan Nasional atau Arsip Nasional Pusat. Arsip Nasional di beberapa daerah di Indonesia Merupakan jenis arsip yang disimpan di Ibu Kota Daerah Tingkat I, termasuk daerah yang setingkat dengan Daerah Tingkat I, seperti Daerah Istimewa Yogyakarta. 

2. Arsip sentral Merupakan jenis arsip yang penyimpanannya dilakukan secara terpusat. Sering disebut arsip umum atau makro, karena berasal dari penggabungan arsip unit.

3.  Arsip unit Merupakan jenis arsip yang penyimpanannya dilakukan di setiap unit dalam organisasi. Sering disebut arsip umum atau mikro, karena hanya disimpan di unit yang bersangkutan. 

 Kegunaan arsip Melansir dari buku Pengelolaan Arsip Berbasis Otomasi (2016) karya Mulyadi, arsip memiliki empat kegunaan, yaitu: 

1. Sebagai sumber informasi Artinya arsip ini berisikan informasi penting menyangkut suatu kegiatan ataupun organisasi. Contohnya arsip surat pertemuan dan surat undangan. 

2. Sebagai sumber yuridis Artinya arsip ini menjelaskan hak dan kewajiban yang harus dilakukan oleh pihak bersangkutan. Contohnya surat perjanjian jual beli dan surat hutang. 

3. Sebagai sumber sejarah Artinya arsip ini memiliki nilai kegunaan sejarah. Contohnya surat serah terima jabatan dan sejarah terbentuknya organisasi atau perusahaan. 

4. Sebagai sumber ilmu pengetahuan Artinya arsip ini berisikan informasi tentang ilmu pengetahuan. Contohnya karya penelitian dan laporan hasil uji coba. 


Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Arsip: Pengertian, Fungsi, Jenis, dan Kegunaannya", Klik untuk baca: https://www.kompas.com/skola/read/2021/06/17/131611269/arsip-pengertian-fungsi-jenis-dan-kegunaannya.
Penulis : Vanya Karunia Mulia Putri
Editor : Serafica Gischa


Rabu, 16 Agustus 2023

Profesi Arsiparis

 Profesi Arsiparis


Pengertian arsiparis menjadi salah satu istilah yang jarang diketahui oleh banyak orang. Meskipun dalam beberapa bidang sudah sering digunakan, tetapi banyak orang yang belum mengetahui tentang apa yang dimaksud dari arsiparis. Padahal, arsiparis bisa dikatakan sebagai salah satu profesi yang memiliki tugas cukup penting dalam beberapa instansi negara hingga lembaga swasta.





Seperti yang tertera di judul, arsiparis adalah orang yang berjasa mengurus dokumen penting bernilai tinggi.

Tak hanya itu saja, mereka juga turut andil dalam bidang sejarah dan dunia pendidikan.

Mengapa? Sebab, merekalah yang akan mengurus arsip-arsip bersejarah dengan nilai tinggi, melestarikannya, lalu membuatnya mudah diakses untuk keperluan riset dan sebagainya.

Mengutip The Balance Careers, arsiparis biasanya akan bekerja di museum, lembaga kebudayaan, dan tempat-tempat yang membutuhkan pengarsipan.

Di Indonesia sendiri, lembaga yang membutuhkan tenaga kerja ini adalah Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Mereka memiliki arsip penting negara yang cukup lengkap, dari abad ke-17 sampai sekarang.

Profesi ini terlihat sangat seru, kan?

Tugas Utama Arsiparis


Dilansir dari Career Explorer, beberapa tugas utama seorang arsiparis adalah:

·        menentukan dokumen mana yang memiliki nilai lebih

·        memahami nilai budaya dan sejarah sebuah dokumen

·        bekerja sama dengan sejarawan untuk cross-check atau verifikasi dokumen

·        mengatur dokumen yang telah dipilih ke dalam timeline yang tepat

·        menjaga kualitas dokumen dalam kondisi terbaik, agar bisa digunakan untuk keperluan riset dan sejarah

·        memastikan proses pelestarian dokumen berjalan sesuai dengan protokol dan standar yang ada

Kalau disejajarkan dengan profesi lain, arsiparis bisa dibilang merupakan perpaduan antara sejarawan dan juga pustakawan.

Pasalnya, mereka bertanggung jawab untuk mengarsipkan dokumen sesuai timeline dan kategorinya, sekaligus melestarikannya sesuai dengan nilai sejarah yang dimiliki.


Siapa yang Bisa Menjadi Arsiparis?

Lalu, siapa saja yang bisa menekuni profesi ini?

Pada dasarnya, siapa saja dengan kemampuan pengarsipan yang baik dan juga pengetahuan akan budaya dan sejarah yang mumpuni.

Namun, memang akan didahulukan orang-orang yang merupakan lulusan ilmu sejarah, ilmu perpustakaan, antropologi, dan yang sejenis lainnya.

Hal tersebut dikarenakan mereka sudah mendapat pelatihan mengenai cara melestarikan dokumen berharga dan yang paling penting benar-benar memahami sejarah dan juga kebudayaan itu sendiri.

Pengalaman dan pengetahuan itulah yang membuat lulusan jurusan terkait cocok untuk menjadi arsiparis.

 

Skill yang Harus Dimiliki

Selain memiliki gelar atau pengalaman dari bidang yang sudah disebutkan sebelumnya, seorang arsiparis harus memiliki beberapa skill berikut.

1. Kemampuan analisis



Skill pertama yang paling penting dan dibutuhkan kemampuan menganalisis dokumen dengan baik. 

Kamu akan menentukan seberapa penting sebuah arsip, bagaimana kondisinya, dari mana asalnya, dan kapan diterbitkannya.

2. Bisa berkolaborasi dengan baik

International Council on Archives menyebutkan bahwa untuk melakukan tugasnya, seorang arsiparis harus bisa berkolaborasi dengan baik.

Baik itu orang yang menyimpan arsip, pakar sejarah, dan pihak lain yang akan melancarkan pekerjaannya.

3. Melek teknologi


Banyak yang beranggapan bahwa profesi ini hanya akan berkutat di sekitar arsip-arsip lama saja, padahal dalam kenyataannya tidak.

Kamu harus melek teknologi, karena pada akhirnya akan memasukkan arsip-arsip ke dalam database dan mengaturnya dari sana. 

Tanpa pengetahuan seputar teknologi atau setidaknya cara menggunakan software seperti Excel dan sebagainya, proses pendataan akan jadi sulit.

Itu dia penjelasan lengkap seputar arsiparis. Bagaimana, apakah kamu semakin tertarik menggeluti profesi ini? 

Kalau ingin mencari tahu seputar prospek karier menarik lainnya, kamu bisa berlangganan newsletter dari Glints, lho.

Hanya dengan sign up, kamu bisa mendapat newsletter secara rutin, melihat artikel terbaru dari Glints, mendapat akses pertama ke kelas-kelas Glints ExpertClass, dan tentu saja langsung mencari kerja di job marketplace.

Tak hanya lengkap, kamu bisa mendapatkan semua manfaat tersebut secara cuma-cuma! Yuk, daftar sekarang!

Sumber

Selasa, 15 Agustus 2023

 



Cinta adalah permainan antara dua pihak....

Keduanya bisa sama-sama menang atau sama-sama kalah....

Cinta adalah dialog antara dua aku....

Yang memaksakan kehendaknya ,enggan berdialog..bukan Cinta namanya

Jangan pernah memaksakan siapa yang anda cintai untuk menjadi seperti anda


Prof. Quraish Shihab, Lc, M.A

Tanggungjawab Pengelolaan Arsip di Masa Transisi Pasca Restrukturisasi Organisasi

Restrukturisasi organisasi adalah proses perubahan struktur, fungsi, dan tata kelola dalam sebuah lembaga atau instansi. Meski sering kali f...